KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Unit Jemari Kampus, sukses menyelenggarakan Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 pada akhir pekan lalu. Acara yang berlangsung selama tiga hari ini menghadirkan berbagai cabang olahraga dan pertunjukan seni budaya yang memukau, melibatkan lebih dari 800 mahasiswa dari berbagai program studi yang tersebar di lingkungan kampus.
Antusiasme Tinggi dari Komunitas Akademik
Festival yang dimulai sejak Jumat, 28 Maret 2026, dan berakhir pada Minggu, 30 Maret 2026, menjadi ajang apresiasi terhadap bakat dan kreativitas mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari. Rangkaian acara ini mencakup berbagai pertandingan olahraga mulai dari sepak bola, bola voli, bulu tangkis, hingga catur, di samping itu juga menampilkan pertunjukan seni budaya seperti tari tradisional, musik, dan deklarasi fashion lokal.
Menurut data yang dikumpulkan oleh panitia, sebanyak 47 tim dari berbagai unit akademik dan asrama mahasiswa ikut berpartisipasi dalam kompetisi olahraga. Sementara untuk kategori seni budaya, terdapat 32 grup seni yang menampilkan karya-karya menarik, menggabungkan unsur tradisional Sulawesi Tenggara dengan sentuhan kontemporer.
“Kami sangat tertarik mengikuti acara ini karena ini adalah kesempatan langka untuk menunjukkan kemampuan kami di luar akademik,” ujar Dina Putri Wijaya, mahasiswi semester lima Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, yang mewakili tim bola voli putri Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Lokasi penyelenggaraan festival dipusatkan di lapangan olahraga utama Universitas Muhammadiyah Kendari yang berada di kawasan Unit Jemari Kampus. Pemilihan lokasi ini strategis mengingat fasilitas yang memadai dan aksesibilitas mudah bagi seluruh peserta maupun penonton dari kalangan internal maupun eksternal kampus.
Pembukaan Festival dengan Meriah dan Penuh Makna
Peresmian festival dilakukan oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Bambang Sutrisno, M.Pd., pada hari Jumat sore. Dalam sambutan pembukaan, Prof. Bambang menekankan pentingnya keseimbangan antara pengembangan akademik dan pengembangan soft skill melalui kegiatan olahraga dan seni.
“Festival Olahraga dan Seni Budaya ini merupakan manifestasi komitmen universitas kami dalam mengembangkan mahasiswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara fisik dan kaya akan apresiasi budaya. Dalam era globalisasi ini, mahasiswa Indonesia harus mampu menjadi duta budaya sambil tetap kompetitif di berbagai bidang,” ungkap Prof. Bambang di hadapan ratusan mahasiswa, dosen, dan staf universitas.
Acara pembukaan juga ditandai dengan pertunjukan tari pembukaan yang menampilkan tari Zapin dan Poco-poco yang menjadi identitas budaya Kendari. Penampilan spektakuler ini langsung mendapat sambutan meriah dari penonton yang memenuhi lapangan.
Kompetisi Olahraga: Pertarungan Seru dan Penuh Integritas
Berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan dalam festival ini mencerminkan komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari terhadap pengembangan kesehatan dan kebersamaan di antara mahasiswa. Kompetisi sepak bola menjadi daya tarik utama, dengan pertandingan final yang mempertemukan tim dari Fakultas Teknik melawan tim dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Pertandingan yang berlangsung pada hari Minggu sore ini berhasil mengumpulkan lebih dari 2.000 penonton yang memenuhi lapangan dengan penuh antusiasme.
Tim Fakultas Teknik berhasil meraih juara pertama dengan menang 3-2 dalam pertandingan yang penuh dramatika. Setelah melewati waktu reguler yang berakhir imbang 2-2, tim Teknik berhasil mencetak gol kemenangan pada menit 98 melalui sundulan kepala dari Reza Firmansyah, striker andalannya.
“Ini adalah momen yang tidak akan pernah kami lupakan. Tim kami bekerja keras, berlatih intensif selama satu bulan sebelum festival ini. Kami bangga bisa membawa pulang trofi juara untuk Fakultas Teknik,” kata Reza Firmansyah, pemain bola voli yang sekaligus adalah striker tim sepak bola Teknik.
Selain sepak bola, pertandingan bola voli putri juga menciptakan pertandingan yang sangat seru. Final diikuti oleh dua tim yang sama-sama menampilkan permainan berkualitas tinggi. Tim Fakultas Ilmu Kesehatan berhasil meraih juara pertama setelah memenangkan pertandingan final dengan skor 3-1 melawan tim Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Kemenangan ini menjadi pencapaian luar biasa mengingat Fakultas Ilmu Kesehatan adalah peserta relatif baru dalam mengikuti kompetisi olahraga tingkat universitas.
Cabang olahraga lainnya seperti bulu tangkis, tenis meja, dan catur juga menciptakan suasana kompetisi yang sehat dan penuh sportivitas. Panitia festival mencatat tidak ada insiden indisipliner yang berarti, menunjukkan tingginya kesadaran mahasiswa tentang pentingnya olahraga sebagai sarana pembangunan karakter.
“Kami sangat senang melihat antusiasme mahasiswa dalam mengikuti berbagai cabang olahraga. Tidak hanya kompetisi fisik, tetapi juga semangat kebersamaan dan sportivitas yang tinggi ditunjukkan oleh semua peserta,” ujar Koordinator Unit Jemari Kampus, Drs. Hendra Wijaya, M.Si., dalam sesi wawancara di ruang kantornya setelah acara selesai.
Seni dan Budaya: Warna-Warni Kreativitas Mahasiswa
Jika kompetisi olahraga menunjukkan kekuatan fisik dan semangat kompetitif, maka pertunjukan seni budaya menampilkan kedalaman kreativitas dan apresiasi terhadap warisan budaya lokal. Festival ini menampilkan 32 group seni yang terdiri atas penampilan musik, tari, teater, dan fashion.
Pertunjukan tari menjadi bagian yang sangat dinantikan. Mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Seni menampilkan eksplorasi kreatif tari tradisional Sulawesi Tenggara yang dikombinasikan dengan gerakan-gerakan kontemporer. Salah satu pertunjukan yang paling mendapat pujian adalah “Transformasi Budaya” yang dipimpin oleh Anggia Kusuma, mahasiswi tingkat akhir Program Studi Pendidikan Seni.
“Saya dan tim ingin menunjukkan bahwa budaya tradisional tidak harus dianggap kuno. Melalui pertunjukan ini, kami ingin menyampaikan bahwa tradisi kita masih relevan dan bisa berkembang dengan sentuhan modern. Proses penyiapan pertunjukan ini memakan waktu tiga bulan dengan latihan intensif setiap hari,” papar Anggia Kusuma dengan antusiasme.
Pertunjukan musik juga mencuri perhatian, dengan adanya penampilan dari berbagai genre mulai dari musik pop Indonesia, musik tradisional Sulawesi, hingga music fusion yang menggabungkan instrumen tradisional dengan alat musik modern. Tim band yang berasal dari berbagai fakultas berhasil menghadirkan musik berkualitas tinggi yang memukau penonton.
Deklarasi fashion lokal juga menjadi daya tarik yang unik dalam festival ini. Para mahasiswa Program Studi Desain Grafis bekerja sama dengan mahasiswa Ilmu Tekstil untuk menciptakan koleksi busana yang menampilkan motif kain tradisional Sulawesi Tenggara. Pertunjukan catwalk yang dinamis berhasil menampilkan kolaborasi kreatif antar program studi yang sangat menjanjikan.
Kepala Program Studi Pendidikan Seni, Dr. Siti Nurjanah, M.Sn., mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi mahasiswa dalam festival ini. “Mahasiswa kami menunjukkan bahwa mereka tidak hanya memiliki potensi akademik yang baik, tetapi juga kreativitas tinggi dalam dunia seni dan budaya. Kami melihat ini sebagai investasi jangka panjang dalam mengembangkan generasi seniman dan budayawan Indonesia yang berkualitas,” katanya.
Dampak Positif bagi Pengembangan Mahasiswa
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari. Dari aspek kesehatan, kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk hidup lebih aktif dan menjauh dari gaya hidup sedentari yang semakin umum di kalangan generasi milenial dan Gen Z.
Dari aspek sosial, festival ini memperkuat ikatan antar mahasiswa dari berbagai program studi dan menciptakan solidaritas yang lebih kuat dalam komunitas akademik. Banyak mahasiswa yang mengungkapkan bahwa melalui festival ini, mereka menemukan teman-teman baru dan memperluas jaringan pertemanan mereka.
“Sebelum mengikuti festival ini, saya tidak terlalu kenal dengan mahasiswa dari fakultas lain. Sekarang saya memiliki banyak teman baru dari berbagai latar belakang akademik. Ini sangat berharga bagi pengembangan kepribadian saya,” ungkap Muhamad Rizki, mahasiswa semester tiga Program Studi Teknik Sipil.
Dari aspek apresiasi budaya, festival ini berhasil meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya melestarikan warisan budaya lokal. Mahasiswa diajak untuk tidak hanya menghargai budaya global tetapi juga bangga dengan identitas budaya lokal mereka sebagai bagian dari identitas nasional Indonesia.
Peran Unit Jemari Kampus dalam Pengembangan Mahasiswa
Unit Jemari Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai unit yang bertanggung jawab atas pengembangan kemahasiswaan di tingkat kampus, telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mengelola berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan pengembangan soft skill mahasiswa. Melalui festival ini, unit ini menunjukkan komitmen untuk menciptakan ekosistem akademik yang sehat dan menyeluruh.
Drs. Hendra Wijaya, Koordinator Unit Jemari Kampus, menjelaskan bahwa festival ini adalah bagian dari program tahunan yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengeksplorasi bakat dan minat mereka di luar kelas. “Kami percaya bahwa pendidikan tidak hanya terbatas pada ruang kelas. Melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan festival seperti ini, mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan kepemimpinan, kerjasama tim, dan kreativitas yang sangat penting untuk kesuksesan mereka di masa depan,” jelasnya.
Persiapan dan Logistik yang Matang
Kesuksesan festival ini tidak lepas dari persiapan yang matang dan manajemen logistik yang baik. Panitia festival, yang terdiri dari sekitar 150 mahasiswa yang tergabung dalam berbagai komite, telah melakukan persiapan selama tiga bulan sebelum acara berlangsung.
Dari aspek infrastruktur, pihak universitas menyediakan fasilitas yang memadai termasuk lapangan olahraga yang telah diperbarui, panggung pertunjukan seni yang modern, dan sistem sound system yang berkualitas tinggi. Selain itu, penyelenggaraan festival juga didukung oleh berbagai sponsor dari kalangan swasta lokal dan nasional yang percaya pada pentingnya pengembangan potensi mahasiswa.
“Kami mendapat dukungan luar biasa dari berbagai pihak. Baik dari internal universitas maupun dari para sponsor yang peduli terhadap pengembangan generasi muda Indonesia. Dukungan ini memungkinkan kami untuk menyelenggarakan festival berkualitas tinggi yang memberikan pengalaman positif bagi semua peserta dan penonton,” ujar Panitia Pelaksana Festival, Siti Amelia, mahasiswi semester lima Program Studi Manajemen.
Harapan untuk Festival Mendatang
Kesuksesan festival ini membuka harapan untuk pengembangan kegiatan sejenis di masa depan. Panitia dan pihak universitas sudah mulai merencanakan festival tahun depan dengan skala yang lebih besar dan melibatkan lebih banyak peserta dari universitas lain di Indonesia Timur.
Prof. Dr. Bambang Sutrisno mengungkapkan visi universitas untuk membuat festival ini menjadi ajang prestisius di tingkat regional. “Kami ingin Festival Olahraga dan Seni Budaya Universitas Muhammadiyah Kendari menjadi salah satu acara tahunan yang ditunggu-tunggu oleh mahasiswa dan masyarakat Kendari. Ke depannya, kami juga akan bekerja sama dengan universitas-universitas lain untuk membuat festival ini menjadi ajang kompetisi antar universitas yang bergengsi,” ungkapnya.
Penutup: Investasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Festival Olahraga dan Seni Budaya 2026 yang diselenggarakan oleh Unit Jemari Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan bukti nyata bahwa pendidikan tinggi di era modern harus mengintegrasikan pengembangan akademik dengan pengembangan karakter, kesehatan fisik, dan apresiasi budaya. Melalui kegiatan-kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi profesional yang kompeten tetapi juga menjadi warga negara yang bertanggung jawab dan memiliki kepedulian terhadap warisan budaya lokal mereka.
Dengan antusiasme yang ditunjukkan oleh lebih dari 800 mahasiswa peserta dan ribuan penonton yang menyaksikan acara ini, jelas bahwa ada potensi besar dalam diri generasi muda mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari. Tugas para pendidik, pimpinan universitas, dan masyarakat adalah terus memberikan dukungan dan fasilitas untuk mengembangkan