Universitas Muhammadiyah Kendari Raih Akreditasi Institusional A, Komitmen Peningkatan Mutu Pendidikan Tinggi di Kendari
KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Unit Jemari Kampus yang tersebar di berbagai lokasi strategis di kota Kendari, telah berhasil meraih akreditasi institusional dengan peringkat A dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN-PT). Pencapaian prestis ini menjadi bukti nyata komitmen institusi dalam meningkatkan standar mutu pendidikan tinggi dan menjawab tuntutan perkembangan zaman yang terus dinamis.
Pengumuman resmi penetapan akreditasi institusional A ini diterima langsung oleh pihak universitas pada Jumat, 11 April 2026, setelah melalui proses evaluasi diri, kunjungan assesor, dan verifikasi data yang berlangsung selama enam bulan terakhir. Dengan raihan ini, Universitas Muhammadiyah Kendari bukan hanya semakin memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan terkemuka di Sulawesi Tenggara, tetapi juga menunjukkan dedikasi seluruh sivitas akademika dalam mewujudkan visi dan misi yang telah ditetapkan sejak awal berdirinya kampus.
Latar Belakang Perjalanan Akreditasi
Universitas Muhammadiyah Kendari, yang didirikan pada tahun 2003 dan secara resmi beroperasi mulai 2005, telah mengalami perkembangan signifikan dalam dua dekade terakhir. Unit Jemari Kampus, istilah lokal untuk berbagai fasilitas akademik dan administratif kampus yang tersebar di Kendari, mencakup gedung perkuliahan modern, laboratorium terintegrasi, perpustakaan digital, dan pusat pengembangan keterampilan mahasiswa.
Sebelum mencapai akreditasi institusional A saat ini, universitas telah menjalani perjalanan panjang dalam peningkatan mutu. Pada 2015, institusi ini pertama kali memperoleh akreditasi institusional dengan peringkat B. Hasil tersebut menjadi momentum awal bagi manajemen kampus untuk melakukan introspeksi mendalam dan merumuskan strategi peningkatan berkelanjutan. Berbagai program pengembangan akademik, penguatan infrastruktur, dan peningkatan kompetensi dosen mulai digalakkan secara sistematis.
“Kami memahami bahwa akreditasi bukan sekadar sertifikat di dinding kantor, tetapi representasi nyata dari kualitas layanan pendidikan yang kami berikan kepada mahasiswa,” ujar Dr. H. Muh. Taher Latief, M.Pd., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, saat diwawancarai di ruang rektorat pada Selasa, 13 April 2026.
Proses menuju akreditasi institusional A melibatkan seluruh lapisan organisasi kampus. Tim internal terdiri dari berbagai unit kerja mulai dari akademik, kemahasiswaan, keuangan, hingga infrastruktur yang bekerja secara terkoordinasi dalam mempersiapkan dokumentasi dan bukti fisik pemenuhan standar akreditasi.
Standar Mutu yang Dipenuhi
Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi mengevaluasi institusi pendidikan berdasarkan empat aspek utama: visi, misi, tujuan, dan sasaran; tata kelola, kepemimpinan, dan manajemen; kemahasiswaan dan lulusan; serta sumber daya manusia. Universitas Muhammadiyah Kendari mampu menunjukkan pemenuhan semua standar tersebut dengan skor komprehensif yang memuaskan.
Pada aspek tata kelola dan kepemimpinan, universitas mendemonstrasikan struktur organisasi yang transparan dengan mekanisme pengambilan keputusan yang melibatkan berbagai stakeholder. Sistem informasi manajemen terintegrasi memudahkan akses data akademik dan administratif, memastikan efisiensi operasional dalam setiap aspek kegiatan institusional.
“Kami telah mengimplementasikan sistem manajemen berbasis teknologi informasi sejak 2020. Hal ini memungkinkan transparansi penuh dalam penggunaan anggaran, pencatatan nilai mahasiswa, hingga monitoring kehadiran dosen. Investasi pada infrastruktur digital ini menjadi salah satu poin kuat yang dinilai oleh assesor BAN-PT,” jelas Dr. Andi Suhardi, M.Si., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Institusional, dalam diskusi kelompok terarah bersama penulis.
Aspek kemahasiswaan juga menunjukkan peningkatan signifikan. Universitas Muhammadiyah Kendari saat ini memiliki lebih dari 8.500 mahasiswa aktif dengan tingkat kelulusan tepat waktu mencapai 87 persen. Program beasiswa berbasis prestasi dan kebutuhan ekonomi ditingkatkan dengan alokasi dana mencapai 15 miliar rupiah per tahun akademik. Selain itu, pengembangan soft skills mahasiswa melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan magang industri menjadi prioritas utama untuk mempersiapkan lulusan yang kompetitif di pasar kerja global.
“Lulusan kami tidak hanya memiliki pengetahuan akademik yang kuat, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Kami telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 150 perusahaan dan institusi untuk program magang dan penempatan lulusan,” papar Ir. Siti Nurhaliza, M.T., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, dengan bangga.
Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
Salah satu pilar terpenting dalam pencapaian akreditasi institusional A adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dosen. Universitas Muhammadiyah Kendari telah meningkatkan persentase dosen berpendidikan S3 dari 25 persen pada tahun 2015 menjadi 52 persen pada tahun 2025. Target ambisius ini dicapai melalui program beasiswa lanjut studi, penghargaan insentif bagi dosen yang menyelesaikan pendidikan doktoral, dan dukungan penuh terhadap aktivitas penelitian serta publikasi ilmiah.
Publikasi ilmiah dalam jurnal bereputasi, baik nasional terakreditasi maupun internasional, meningkat drastis. Pada lima tahun terakhir, universitas mencatat lebih dari 420 publikasi ilmiah yang tersebar di berbagai disiplin ilmu. Selain itu, kegiatan penelitian yang mendapat pendanaan dari berbagai sumber, termasuk Kemenristekdikti, DRPM, dan mitra industri, terus ditingkatkan dengan alokasi dana penelitian mencapai 8 miliar rupiah per tahun.
“Program pengembangan dosen kami tidak hanya fokus pada penelitian, tetapi juga pada peningkatan kapabilitas pengajaran. Setiap dosen wajib mengikuti workshop pedagogik, penguasaan teknologi pembelajaran, dan pengembangan kurikulum berbasis kompetensi. Kami percaya bahwa dosen yang berkualitas adalah investasi terbaik untuk institusi,” tambah Prof. Dr. H. Muh. Amir, M.Si., Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Kemitraan, dalam pertemuan dengan media massa pada Selasa sore.
Infrastruktur dan Fasilitas Akademik yang Modern
Investasi besar-besaran dalam peningkatan infrastruktur fisik juga menjadi kontribusi signifikan terhadap peningkatan mutu. Unit Jemari Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari kini dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern yang mendukung proses belajar mengajar berkualitas tinggi.
Perpustakaan kampus yang baru direnovasi pada 2024 kini memiliki koleksi lebih dari 150.000 judul buku, 40 jurnal cetak berlangganan, dan akses ke 15 database jurnal elektronik internasional. Ruang baca yang nyaman dengan kapasitas 500 pengunjung secara bersamaan, serta area khusus untuk mahasiswa melakukan studi kelompok, menjadi pusat pembelajaran sekunder yang sangat diminati oleh civitas akademika.
Laboratorium komputer dengan 300 unit komputer terbaru, laboratorium bahasa dengan fasilitas pembelajaran interaktif, dan laboratorium sains terpadu untuk program Teknik, Sains, dan Kesehatan, semuanya telah diperbarui sesuai dengan standar internasional. Investasi teknologi blended learning juga menghadirkan platform pembelajaran daring yang canggih, memungkinkan mahasiswa mengakses materi perkuliahan kapan saja dan di mana saja.
“Kami memahami bahwa era digital menuntut institusi pendidikan untuk terus berinovasi dalam menyediakan sarana pembelajaran. Oleh karena itu, pengalokasian dana untuk infrastruktur teknologi mencapai 20 persen dari total anggaran operasional tahunan. Ini bukan pemborosan, melainkan investasi untuk masa depan,” terang Dr. Ir. Bambang Suryanto, M.M., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Administrasi.
Dampak dan Manfaat Akreditasi A
Pencapaian akreditasi institusional A membawa dampak positif yang terukur bagi berbagai pihak. Pertama, bagi mahasiswa dan calon mahasiswa, akreditasi ini merupakan jaminan kualitas pendidikan dan meningkatkan kredibilitas gelar yang mereka peroleh di mata employer maupun institusi pendidikan lanjutan.
Kedua, bagi dosen dan tenaga kependidikan, akreditasi ini membuka peluang lebih luas untuk pengembangan karir dan keterlibatan dalam program-program riset yang lebih prestisius. Beberapa dosen Universitas Muhammadiyah Kendari sudah terlibat dalam proyek riset hibrid dengan universitas internasional, didorong oleh peningkatan reputasi institusi.
Ketiga, bagi mitra industri dan institusi lain, akreditasi A menunjukkan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari adalah partner yang dapat diandalkan dalam mengembangkan ekosistem pendidikan dan inovasi di Sulawesi Tenggara. Kolaborasi riset, magang mahasiswa, dan pengembangan kurikulum bersama menjadi lebih mudah dan saling menguntungkan.
Keempat, secara makro, akreditasi institusional A dari kampus swasta terbesar di Kendari ini menunjukkan komitmen sektor pendidikan swasta dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi nasional. Hal ini juga memperkuat posisi Kendari sebagai kota pendidikan di kawasan Sulawesi Tenggara.
Visi Masa Depan dan Target Berkelanjutan
Meskipun telah meraih akreditasi institusional A, pihak manajemen Universitas Muhammadiyah Kendari tidak berpuas diri. Rektor menekankan bahwa ini hanya awal dari perjalanan panjang menuju excellence yang berkelanjutan.
“Akreditasi A adalah pencapaian, tapi bukan akhir perjalanan. Kami menetapkan target baru untuk lima tahun ke depan: meningkatkan jumlah program studi yang terakreditasi A dari saat ini 60 persen menjadi 90 persen, meningkatkan IPK lulusan rata-rata dari 3,28 menjadi 3,45, dan mencapai minimal 500 publikasi ilmiah per tahun dari penelitian dosen dan mahasiswa,” ungkap Dr. H. Muh. Taher Latief dengan penuh keyakinan.
Selain itu, universitas juga merencanakan pembukaan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan industri 4.0, seperti Teknologi Kecerdasan Buatan, Data Science, dan Energi Terbarukan. Investasi dalam pusat inovasi dan inkubasi bisnis juga akan diperkuat untuk mendorong entrepreneurship mahasiswa dan dosen.
“Kami ingin Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya menjadi penyedia pendidikan berkualitas, tetapi juga pusat inovasi dan pengembangan ekonomi kreatif di Kendari dan sekitarnya,” tambah Wakil Rektor Bidang Kemitraan.
Penutup
Pencapaian akreditasi institusional A oleh Universitas Muhammadiyah Kendari pada April 2026 ini merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, dan komitmen seluruh sivitas akademika selama bertahun-tahun. Dari mahasiswa yang terus belajar, dosen yang tidak henti melakukan riset dan pengembangan, staf administratif yang melayani dengan profesional, hingga pemimpin institusi yang visioner, semuanya berkontribusi pada pencapaian bergengsi ini.
Dengan raihan akreditasi A ini, Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya membuktikan bahwa institusi pendidikan swasta dapat menyaing dengan universitas negeri, tetapi juga menunjukkan bahwa Kendari memiliki sumber daya pendidikan yang dapat diandalkan untuk pengembangan sumber daya manusia berkualitas. Ke depannya, diharapkan pencapaian ini menjadi momentum bagi institusi untuk terus berinovasi dan berkontribusi lebih besar lagi terhadap pembangunan pendidikan dan masyarakat di Sulawesi Tenggara.
—
Reporter: Dwi Santoso
Editor: Rina Kusuma
Kendari, 13 April 2026