Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Unit Jemari Kampus, telah membuktikan kualitas pendidikan dan kompetensi mahasiswanya di tingkat nasional. Prestasi gemilang ini dicapai ketika tim mahasiswa dari lembaga tersebut berhasil meraih posisi juara pertama dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Jakarta pada 15-17 April 2026 lalu.
Pencapaian ini menjadi bukti nyata dedikasi dan kerja keras mahasiswa dalam mengembangkan ide-ide inovatif yang dapat berkontribusi langsung kepada masyarakat. Tim yang terdiri dari empat mahasiswa semester enam Program Studi Teknik Informatika berhasil mengalahkan lebih dari 250 peserta dari universitas-universitas terkemuka seluruh Indonesia dengan proyek aplikasi bernama “AgriTech Kendari” – sebuah platform digital terintegrasi untuk memberdayakan petani lokal melalui teknologi modern.
Inovasi yang Mengubah Paradigma Pertanian
“AgriTech Kendari” dirancang sebagai solusi komprehensif untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Indonesia Timur. Aplikasi ini menggabungkan kecerdasan buatan (artificial intelligence), Internet of Things (IoT), dan analitik data untuk membantu petani dalam berbagai aspek pertanian modern. Mulai dari prediksi cuaca berbasis lokasi, manajemen irigasi otomatis, hingga akses pasar digital untuk menjual hasil panen secara langsung kepada pembeli.
Ketua tim proyek, Arif Wijaksono, mahasiswa asal Makassar yang menempuh studi di Unit Jemari Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari, menjelaskan latar belakang pengembangan aplikasi tersebut. “Kami melihat bahwa petani di Indonesia Timur, khususnya di Sulawesi Tenggara, masih menghadapi berbagai tantangan dalam meningkatkan hasil panen. Keterbatasan akses informasi, sulitnya prediksi cuaca yang akurat, dan kesulitan menjangkau pasar adalah beberapa masalah utama yang kami identifikasi,” ujar Arif saat ditemui di Ruang Rektorat Universitas Muhammadiyah Kendari pada 17 April 2026.
Lebih lanjut, Arif menambahkan bahwa pengembangan aplikasi ini melibatkan riset mendalam dengan turun langsung ke lapangan. “Kami melakukan survei ke setidaknya 150 petani di Kendari, Bau-Bau, dan Kolaka untuk memahami kebutuhan mereka secara nyata. Hasilnya, kami dapat merancang fitur-fitur yang benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan dan mudah digunakan oleh pengguna yang tidak semua memiliki background teknologi,” jelasnya dengan antusias.
Proses Pengembangan yang Matang
Perjalanan menuju penghargaan nasional ini bukanlah hal yang mudah. Tim yang juga terdiri dari Siti Nur Azizah (bidang user interface design), Muhammad Rizki Pratama (bidang backend development), dan Naima Putri Maharani (bidang data analytics) telah bekerja selama delapan bulan mengembangkan aplikasi ini sejak Oktober 2025.
Proses pengembangan mencakup beberapa fase penting, mulai dari riset pasar, desain prototype, pengujian beta dengan melibatkan pengguna nyata dari kalangan petani, hingga refinement berdasarkan feedback. Investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan awal mencapai jutaan rupiah, yang sebagian besar didukung oleh dana hibah dari Kementerian Ristek dan dukungan internal dari Universitas Muhammadiyah Kendari.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung kami. Mulai dari dosen pembimbing kami, Bapak Dr. Harun Syaiful, M.Sc., yang memberikan guidance metodologi penelitian yang solid, tim support dari Unit Jemari Kampus, hingga dukungan penuh dari pihak universitas,” ungkap Siti Nur Azizah, salah satu anggota tim yang menangani aspek desain aplikasi.
Pengakuan dari Pimpinan Kampus
Pencapaian luar biasa ini mendapat apresiasi tinggi dari pimpinan Universitas Muhammadiyah Kendari. Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Ir. Suardi Suardi, M.T., menyatakan kebanggaannya atas raihan prestasi mahasiswa tersebut dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan di Auditorium Utama Kampus.
“Prestasi ini menunjukkan bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen pada pemberdayaan masyarakat lokal, mampu menghasilkan lulusan dan mahasiswa yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga inovatif dan responsif terhadap kebutuhan bangsa,” ujar Prof. Suardi dengan penuh kebanggaan.
Lebih lanjut, Rektor juga menekankan bahwa pencapaian ini mencerminkan nilai-nilai Muhammadiyah sebagai organisasi yang berfokus pada perubahan sosial positif. “Inovasi AgriTech Kendari ini bukan hanya sekadar proyek akademik, tetapi juga merupakan wujud nyata dari komitmen kami untuk memberikan solusi konkret bagi pembangunan berkelanjutan di Indonesia Timur. Kami percaya bahwa universitas harus menjadi katalis perubahan sosial, dan mahasiswa kami telah membuktikan hal tersebut,” tambah Prof. Suardi.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Ir. Muslina Syarif, M.Eng., juga turut memberikan komentar. Menurutnya, pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. “Program-program inklusi riset dan inovasi yang kami tawarkan terbukti efektif dalam mengasah kemampuan mahasiswa. Kami akan terus mendukung dan memfasilitasi mahasiswa yang memiliki potensi untuk berinovasi, baik melalui beasiswa riset, akses laboratorium, maupun mentoring dari dosen-dosen terbaik kami,” jelas Dr. Muslina.
Dampak Jangka Panjang
Prestasi ini diproyeksikan akan membawa dampak signifikan bagi Universitas Muhammadiyah Kendari. Pertama, dari aspek reputasi akademik, pencapaian ini memperkuat posisi universitas sebagai institusi pendidikan berkualitas di Indonesia Timur. Kedua, dari aspek pengembangan ekosistem inovasi, universitas berkomitmen untuk mendirikan pusat inkubasi bisnis khusus yang akan membantu mahasiswa dalam mengkomersialisasi ide-ide mereka.
“Kami sudah memulai diskusi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan AgriTech Kendari menjadi startup yang terintegrasi dengan ekosistem usaha kecil menengah di Sulawesi Tenggara. Tidak menutup kemungkinan mahasiswa-mahasiswa ini akan melanjutkan pengembangan aplikasi ini sebagai proyek entrepreneurship mereka setelah lulus,” ungkap Dr. Harun Syaiful, dosen pembimbing sekaligus Kepala Unit Jemari Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari.
Selain itu, pencapaian ini juga diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk aktif mengikuti berbagai kompetisi akademik dan inovasi. Universitas Muhammadiyah Kendari telah menetapkan target untuk meningkatkan jumlah mahasiswa yang berpartisipasi dalam kompetisi tingkat nasional dan internasional sebesar 40 persen pada tahun akademik 2026-2027.
Dukungan Infrastruktur dan Fasilitas
Keberhasilan mahasiswa ini juga tidak terlepas dari dukungan infrastruktur dan fasilitas yang memadai di Unit Jemari Kampus. Unit ini dilengkapi dengan laboratorium komputer berstandar internasional, pusat data, ruang kreativitas (innovation hub), dan akses ke berbagai software dan tools pengembangan profesional. Selain itu, universitas juga menyediakan konsultasi gratis dengan praktisi industri teknologi informasi.
“Investasi yang kami lakukan dalam membangun fasilitas-fasilitas tersebut terbukti memberi hasil. Mahasiswa kami mendapatkan pengalaman langsung dalam menggunakan teknologi terkini dan berkolaborasi dengan mentor yang berpengalaman di industri,” kata Dr. Muslina Syarif.
Tantangan dan Visi ke Depan
Meskipun telah mencapai prestasi gemilang, tim pengembang AgriTech Kendari masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengembangkan aplikasi ini lebih lanjut. Salah satu tantangan utama adalah adopsi teknologi di kalangan petani yang masih berusia lanjut dan memiliki literasi digital terbatas.
“Kami akan melakukan pelatihan gratis kepada petani tentang cara menggunakan aplikasi ini. Kami juga akan mengembangkan versi aplikasi yang lebih sederhana untuk pengguna yang tidak terlalu familiar dengan teknologi,” papar Muhammad Rizki Pratama, bagian backend development.
Visi jangka panjang tim adalah memperluas jangkauan aplikasi ke seluruh wilayah Indonesia Timur dan bahkan Asia Tenggara. Mereka juga berencana untuk menambahkan fitur-fitur baru yang dapat mendukung aspek supply chain management dan financial inclusion untuk petani.
Penutup
Raihan penghargaan Juara Pertama dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Nasional 2026 oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan bukti nyata bahwa kualitas pendidikan di universitas ini tidak tertinggal dibandingkan dengan universitas-universitas besar di Jawa. Pencapaian ini juga menunjukkan bahwa inovasi dan solusi terhadap permasalahan sosial dapat datang dari mana saja, tidak hanya dari pusat-pusat kota besar.
Ke depannya, diharapkan prestasi ini dapat menginspirasi generasi mahasiswa berikutnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi kepada pembangunan berkelanjutan Indonesia. Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk terus membina dan mengembangkan mahasiswa-mahasiswa berbakat sebagai agen perubahan positif bagi masyarakat dan bangsa.
Sebagai catatan penutup, penghargaan yang diterima bukanlah akhir dari perjalanan tim mahasiswa ini, melainkan awal dari misi yang lebih besar untuk memberdayakan petani Indonesia melalui teknologi. Dengan dukungan penuh dari universitas dan berbagai stakeholder, AgriTech Kendari diproyeksikan akan menjadi salah satu aplikasi pertanian terdepan di Indonesia dalam lima tahun ke depan.
—
Kata kunci: Universitas Muhammadiyah Kendari, Unit Jemari Kampus, Kompetisi Inovasi Nasional 2026, AgriTech Kendari, mahasiswa berprestasi, teknologi pertanian
Kontak narahubung: Unit Jemari Kampus, Universitas Muhammadiyah Kendari
Telepon: (0401) XXXXXX | Email: [email protected]
Artikel ini diterbitkan pada 17 April 2026