KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Unit Jemari Kampus yang merupakan wadah jurnalisme dan literasi media kampus, menggelar acara seminar, webinar, dan kuliah umum bertajuk “Literasi Digital dan Transformasi Media: Membangun Narasi Berkualitas di Era Informasi” pada hari Senin, 7 April 2026. Kegiatan yang diselenggarakan di Auditorium Blok A kampus ini menghadirkan berbagai narasumber profesional dari industri media nasional dan regional, serta akademisi terkemuka di bidang jurnalisme dan komunikasi.
Acara yang dimulai pukul 08.00 WITA hingga 16.00 WITA ini merupakan inisiatif strategis Unit Jemari Kampus dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang jurnalisme digital, literasi media, dan pemahaman mendalam tentang ekosistem informasi kontemporer. Peserta yang hadir mencakup mahasiswa dari berbagai program studi, tidak hanya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, tetapi juga dari fakultas lain yang tertarik mengembangkan kemampuan komunikasi dan literasi media.
### Latar Belakang dan Urgensi Acara
Kemunculan era digital telah mengubah secara fundamental cara masyarakat mengakses, memproses, dan menyebarkan informasi. Fenomena ini menciptakan tantangan sekaligus peluang bagi para profesional media dan jurnalis masa depan. Dalam konteks Indonesia khususnya, penyebaran misinformasi, hoaks, dan konten tidak terverifikasi menjadi isu kritis yang memerlukan intervensi edukatif berkelanjutan.
Unit Jemari Kampus, sebagai organisasi mahasiswa yang fokus pada pengembangan literasi media dan praktik jurnalisme etis, merasakan urgensi untuk mengadakan rangkaian acara edukatif yang komprehensif. Melalui seminar dan webinar ini, diharapkan mahasiswa dapat memahami dengan lebih baik dinamika media digital, tantangan verifikasi informasi, serta etika jurnalisme dalam era transformasi media.
Koordinator Unit Jemari Kampus, Putri Amaliyah Santoso, menjelaskan motivasi penyelenggaraan acara ini dalam wawancara pra-acara. “Kami melihat bahwa generasi mahasiswa saat ini adalah digital natives yang tumbuh di era social media, namun seringkali mereka belum memiliki pemahaman mendalam tentang bagaimana media bekerja, bagaimana informasi diproduksi secara profesional, dan bagaimana mengidentifikasi konten yang kredibel,” ujarnya.
### Rangkaian Acara dan Narasumber
Acara seminar terbagi menjadi tiga sesi utama dengan durasi dan topik yang berbeda. Sesi pertama berjudul “Jurnalisme di Era Konvergensi Media” dimulai pada pukul 08.30 WITA, menghadirkan Bapak Dedi Prasetyo, Kepala Redaksi Portal Berita Nasional “Indonesia Bersuara” yang berbasis di Jakarta. Bapak Dedi adalah figur yang dikenal luas dalam industri media Indonesia dengan pengalaman lebih dari dua puluh tahun di bidang jurnalisme investigasi dan pengelolaan redaksi digital.
Dalam presentasinya, Bapak Dedi menguraikan transformasi fundamental yang dialami industri jurnalisme Indonesia. “Kita tidak lagi berbicara tentang media tradisional versus media digital sebagai entitas terpisah. Hari ini, jurnalisme adalah jurnalisme konvergen yang mengintegrasikan berbagai platform, format konten, dan channel distribusi,” terang Bapak Dedi kepada ratusan mahasiswa yang memenuhi auditorium.
Sesi kedua pada pukul 10.30 WITA menghadirkan Ibu Siti Nurhaliza, praktisi jurnalisme data dan fact-checking dari organisasi nonprofit “Mafindo” (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) dengan kantor regional di Surabaya. Ibu Siti memiliki keahlian khusus dalam mengidentifikasi hoaks, verifikasi foto dan video, serta strategi counter-narrative yang efektif. Topik sesi ini adalah “Literasi Kritis dan Fact-Checking: Senjata Melawan Misinformasi”.
“Fact-checking bukan hanya tentang mengatakan mana yang benar dan mana yang salah. Ini tentang memahami psikologi di balik penyebaran informasi palsu, memahami motivasi, dan memberikan narasi alternatif yang lebih menarik daripada hoaks itu sendiri,” jelas Ibu Siti dengan contoh-contoh kasus nyata yang dia tangani dalam enam bulan terakhir.
Sesi ketiga pada pukul 13.30 WITA menghadirkan Bapak Harun Alrasyid, praktisi dan akademisi dari Universitas Hasanuddin Makassar yang spesialis dalam bidang media sosial, algoritma, dan dampak psikologisnya terhadap perilaku informasi masyarakat. Sesi ini berfokus pada topik “Algoritma dan Echo Chamber: Memahami Ekosistem Informasi di Era Platform”.
### Webinar Parallel dan Workshop Interaktif
Selain ketiga sesi utama tersebut, acara juga menampilkan webinar parallel pada pukul 11.00 WITA dengan tema “Jurnalisme Multimedia dan Storytelling Visual”. Sesi ini dipandu oleh Mba Eka Winarta, seorang videografer dan content creator profesional dari Kendari yang telah berkontribusi untuk berbagai media nasional. Dalam sesi ini, Mba Eka mendemonstrasikan teknik-teknik praktis dalam membuat konten visual berkualitas dengan menggunakan peralatan minimal.
“Tidak perlu kamera mahal untuk membuat konten visual yang impactful. Smartphone dengan aplikasi editing yang tepat, ditambah pemahaman komposisi, pencahayaan, dan storytelling, sudah cukup untuk menghasilkan konten yang engaging,” kata Mba Eka sambil menunjukkan portfolio karya-karyanya.
Selain itu, acara ini juga menyediakan workshop interaktif untuk kelompok kecil mahasiswa. Workshop pertama berjudul “Menulis Berita Digital yang SEO-Friendly dan Akurat” dipandu oleh Bapak Bambang Sutrisno, editor digital berpengalaman dari media lokal Kendari. Workshop kedua, “Verifikasi Foto dan Video di Era Deepfake”, dipandu oleh Ibu Siti Nurhaliza dengan hands-on session menggunakan tools-tools reverse image search dan analisis metadata.
### Perspektif Institusional dan Dukungan Kampus
Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dr. Muhammad Yusran, S.Sos., M.Si., memberikan sambutan pembukaan yang menekankan komitmen institusi terhadap pengembangan literasi media di kalangan mahasiswa.
“Unit Jemari Kampus adalah bukti nyata bahwa mahasiswa kami tidak hanya pasif konsumen informasi, tetapi juga produser dan kritis konsumen informasi. Acara seperti ini adalah investasi dalam membangun generasi pemimpin yang memahami pentingnya narasi berkualitas dan etika dalam komunikasi,” ujar Dr. Yusran dalam sambutannya.
Beliau juga menekankan bahwa di tengah merebaknya misinformasi dan polarisasi di masyarakat, peran jurnalis muda yang terlatih secara etis menjadi sangat krusial. “Kami percaya bahwa kampus memiliki tanggung jawab untuk mempersiapkan mahasiswa bukan hanya secara akademis, tetapi juga secara etis dan profesional untuk menghadapi tantangan-tantangan yang akan mereka hadapi di industri media,” tambah Dr. Yusran.
Universitas juga memberikan dukungan penuh dengan menyediakan fasilitas terbaik, termasuk auditorium yang dilengkapi sistem audio-visual modern, wifi berkecepatan tinggi untuk mendukung streaming webinar, serta catering untuk semua peserta. Ini menunjukkan komitmen institusi terhadap kesuksesan acara ini.
### Testimoni dan Harapan Peserta
Mahasiswa yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi terhadap acara ini. Siti Khadija, mahasiswa semester enam dari Program Studi Ilmu Komunikasi, mengatakan bahwa acara ini sangat membantu dalam melengkapi pemahaman teoritis yang dia dapatkan di kelas.
“Saya belajar banyak tentang bagaimana bekerja sebagai jurnalis profesional, tantangan nyata yang dihadapi di lapangan, dan bagaimana cara menghadapinya dengan etika yang kuat. Ini sangat berbeda dengan pembelajaran di kelas,” ujar Siti antusias.
Sementara itu, Ramadhan Bayu Praktama, mahasiswa semester empat dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang tertarik dengan jurnalisme data, mengatakan bahwa workshop tentang SEO dan jurnalisme digital memberikan insight praktis yang langsung bisa dia aplikasikan.
“Saya merencanakan untuk menggunakan skill yang saya pelajari hari ini untuk membuat rubrik analisis data di platform media sosial saya sendiri. Harapannya, saya bisa berkontribusi dalam menyebarkan informasi yang akurat dan terverifikasi,” jelasnya dengan optimisme.
### Dampak dan Rencana Lanjutan
Unit Jemari Kampus telah merencanakan serangkaian acara lanjutan sebagai tindak lanjut dari seminar ini. Putri Amaliyah menjelaskan bahwa feedback dari peserta akan dikumpulkan dan dianalisis untuk menentukan topik-topik webinar bulanan yang akan diselenggarakan hingga akhir tahun akademik.
“Kami juga berencana untuk membuat panduan praktis berdasarkan materi-materi dari seminar ini, yang dapat diakses oleh semua mahasiswa di portal Unit Jemari Kampus. Panduan ini akan mencakup tools-tools praktis, checklist verifikasi informasi, dan standar etika jurnalisme,” kata Putri.
Selain itu, Unit Jemari Kampus juga mengajukan proposal untuk mengadakan kompetisi jurnalisme digital di level universitas dan regional, dengan mentor dari narasumber-narasumber yang dihadirkan dalam acara ini.
### Penutup
Seminar, webinar, dan kuliah umum yang diselenggarakan Unit Jemari Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari pada 7 April 2026 ini merupakan langkah signifikan dalam memperkuat ekosistem literasi media di kampus. Dengan menghadirkan praktisi dan akademisi terkemuka, acara ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menginspirasi mahasiswa untuk menjadi agen perubahan dalam menyebarkan informasi berkualitas dan melawan misinformasi.
Di era di mana informasi beredar dengan sangat cepat dan mudah dimanipulasi, peran jurnalis muda yang terlatih dan beretika menjadi lebih penting dari sebelumnya. Acara ini adalah bukti bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari dan khususnya Unit Jemari Kampus, serius dalam mempersiapkan generasi penerus yang tidak hanya paham teknologi, tetapi juga memahami tanggung jawab sosial mereka sebagai komunikator.
Momentum ini diharapkan dapat berkelanjutan melalui program-program lanjutan dan kolaborasi yang lebih dalam dengan industri media. Dengan dukungan penuh dari institusi dan antusiasme mahasiswa, Unit Jemari Kampus siap menjadi katalis dalam membangun narasi berkualitas dan meningkatkan literasi media di Kendari dan sekitarnya.
—
Penulis: Redaksi Kampus | Sumber: Hasil liputan langsung dan wawancara dengan narasumber pada 7 April 2026